20210811

"Dengan langkah yan tertatih-tatih dan terseok-seok, iapun terus melangkah. Meski merasakan rasa sakit amat sangat, is terus berjalan. Tak peduli betapa dalam dan pedih rasa sakit yang ia alami. Karena banyak yang tak peduli dengan dia. Bukannya mengulurkan tangan untuk menolongnya, tapi malah memalingkan muka dengan penilaian hina dan memalukan. Namun, ia berusaha untuk terus berjalan dan mengobati luks sendiri...."

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Kerajaan yang Tenteram dan Damai

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Petualangan Adigunawan (Chapter 001)