Posts

Showing posts from August, 2021

Kisah Si Kucing Hitam Chapter 002

Merekapun mulai tumbuh besar, terlihat imut dan lucu. Namun semua berubah begitu saja, saat sang induk, Si Abu-abu dan Si Putih dibawa orang entah kemana. Sedangkan Si Hitam, terluput karena waktu itu ia berhasil melarikan diri dan sembunyi. Kini, tinggal ia hidup sendiri sebagai sebatang kara. Selang beberapa waktu kemudian, gubuk yang ia tinggali ternyata akan digusur dan diratakan. Mau tidak mau, Si Hitam harus pergi dan mencari tempat perteduhan yang lain. Maka dimulailah perjalanannya dalam menghadapi keras dan kejamnya dunia. Sebagai kucing yang masih muda, belum banyak pengalaman yang ia dapatkan. Biasanya ia hanya bercengkerama dengan induk dan saudara-saudaranya di gubuk itu. Kenangan yang indah masa lalu bersama dengan mereka. Tanpa sadar, ia menitikkan air mata mengenang hal itu. Banyak sekali memori indah bersama mereka. Saat ia, Si Abu-abu dan Si Putih bermain bersama dan bercengkerama. Apalagi saat berebut tempat untuk menyusui. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan t...

Kisah Si Kucing Hitam

  Chapter 001 Lahirnya Si Kucing Hitam dan Saudara-saudaranya Terdengar suara mengeong dari seekor kucing. Nampaknya ia sedang berusaha melahirkan anak-anaknya dengan kesakitan dan berjuang antara hidup dan mati. Lalu beberapa saat kemudian, keluarlah mereka dari rahim induknya satu per satu. Satu berwarna hitam, satu berwarna abu-abu dan satu lagi berwarna putih. Sedangkan sang induk berwarna keabu-abuan dengan ada beberapa bagian yang berwarna hitam. Lalu dijilatilah anak-anaknya itu dan menyusui mereka. Ya, anak-anak kucing itu baru lahir. Mata mereka masih tertutup. Kelihatan lucu dan imut. Namun bulu mereka masih agak basah dan berbau amis, maklumlah baru keluar dari rahim. Sang induk melahirkan tiga ekor anak kucing itu. Dengan lahap, anak-anak kucing itu menyusu pada induknya, sedangkan sang induk terlihat kelelahan sehabis melahirkan mereka dan tertidur. Anak-anak kucing itu masih polos dan lugu. Maklum saja, mereka baru hadir di dunia ini, setelah sekian lama ada di rahim ...

Sekelumit Kisah Kelam di Tanah Pendekar

008 Di tengah suasana yang henig itu, akhirnya Ki Sanak angkat suara dan berkata, "Para hadirin yang terhormat, harap kita tetap berusaha tenang dan jangan takut. Kita fokuskan pada kegiatan perayaan kemerdekaan terlebih dahulu. Masalah desas-desus yang beredar, sebaiknya kita bahas setelah perayaan peringatan kemerdekaan nanti. Yang terpenting adalah bagaimana caranya membuat suasana tetap kondusif. Nanti pengamanan akan diupayakan oleh para tentara dan polisi serta dibantu oleh anak-anak padepokan. Untuk memastikan kelancaran kegiatan perayaan peringatan kemerdekaan nanti. Kita tetap percaya bahwa keadaan akan baik-baik saja. Asalkan kita jangan sampai takut dan cemas. Nanti setelah perayaan selesai. Kita akan bahas lagi masalah desas-desus itu. Yang penting perayaan peringatan kemerdekaan nanti berjalan dengan baik dan lancar." Para hadirin yang mendengar itu, mengangguk-angguk setuju. Lalu mereka berdiskusi soal perayaan peringatan kemerdekaan. Terdengar hiruk pikuk disku...

Paradoks Ego

Semuanya percuma dan sia-sia saja... meskipun sampai berdarah-darah... tak ada gunannya... Lalu, buat apalagi coba... Mereka menutup mata dan memalingkan muka... Terlontar cibiran dan sindiran dalam kedok kasih... Sering kali serba salah... Ditinggalkan dan dicampakkan di saat susah... Kalo sudah sukses, juga serba salah... Di kala sukses, mau nolong, tapi saat oranh susah, ga ditolong... Kalo ga nolong, dianhgap sombong... Suatu paradox antara hukum kasih dan tabur tuai... Yang mereka tabur adalah ketidakmauan untuk menolong, ya pastinya yang dituai, saat mereka susah, ga akan ada yang nolong... Tapi... Kalo ga ditolong, dianggap sombong dan tidak mau mengasihi... Pradoks yang komleks... Tak terjangkau oleh akal... Ya, wajarlah...manusiawi... Λυναρ Σολαριυς Moon Lord Lunar Knight 🌙 Saint Haven City

Kisah Sandal Jepit Jelek dan Seorang Pemuda

Kisah Sandal Jepit Jelek dan Seorang Pemuda Ada seorang pemuda yang memiliki keterbatasan fisik. Meski demikian, ia masih punya semangat berkarya. Orangnya lebih cenderung diam dan tak banyak bicara. Pembawaanya kalem, tenang dan sabar. Ia tinggal di sebuah kost-kostan di kota kecil itu. Penghuni kost-kostan tidaklah banyak, hanya beberapa orang termasuk dia. Untuk saat ini, karena keadaannya seperti itu, ia bersistirahat sambil menunggu pemulihan. Namun, ia tak pantang menyerah dengan keadaanya yang seperti itu. Ia berusaha mengerjakan apa yang ia mampu kerjakan walau kondisinya seperti itu. Pemuda itu hanya memiliki sepasang sandal jepit jelek, yang ia bawa kemana-mana untuk mencari apa yang bisa ia kerjakan untuk sekadar makan dan bayar sewa kost. Ia tak merasa malu akan sandal itu, karena sandal jepit jelek itu adalah hasil usaha dan selalu setia menemaninya. Ia meletakkan sandal jepit itu pada tempatnya. Hingga suatu ketika, sandal itu raib hilang entah kemana, padahal itulah satu...

Senja Menjelang Hari Kemerdekaan

Kala senja menjelang peringatan hari kemerdekaan... Angin berhembus sepoi-sepoi menyejukkan... Lampu-lampu mulai menyala... Pertanda malam kan tiba... Suara adzan maghrib mulai terdengar... Memanggil umat untuk mendirikan ahalat dan menuju kemenangan... Esok adalah peringatan hari kemerdekaan negeri ini... Tujuh puluh enam tahun sudah, negeri ini telah bebas dari penjajahan bangsa asing... Kermerdekaan yang diraih dengan perjuangan mati-matian... Bahkan darah tertumpah hanya untuk satu kata... MERDEKA.... Itulah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi... Merdeka, bebas dari penjajahan bangsa asing... Namum, Perjuangan masih belum berakhir... Perjuangan untuk keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia... Kita memang sudah merdeka.. Namun, Apakah kita benar-benar sudah merdeka? ©Lunar Solarius +6281230188946

Sekelumit Kisah Kelam di Tanah Pendekar 001

007 Suasana di pendopo balai desa sangat hening bahkan hampir tidak ada suara. Beberapa hadirin menampakkan ekspresi yang cemas dan kuatir. Wajar saja, karena mereka merasa takut dan cemas apabila mereka menjadi korban selanjutnya. Sebab, beberapa desa di seberang telah menjadi korban kebiasaban kaum komunis. Mereka yang menjadi korban adalah dari kalangan ulaman, pemimpin desa dan jampung, dan beberapa di antaranya adalah perwira tentara dan polisi. Dan juga ada beberapa juga dari kalangan orang yang terpandang di antara warga kampung turut menjadi korban karena ketidaksepahaman mereka dengan kaum eksteimis sayap kiri. Kebanyakan dari mereka sudah ditemukan sudah lagi tak bernyawa dan sangat mengenaskan. Namun ada pula yang tidak diketahui keberadaanya hingga sekarang. Bahkan jenazah mereka hampir tidak dapat dikenali lagi karena kondisi jenazah yang sangat mengerikan akibat penyiksaan yang kejam dan biadab itu. Malah ada beberapa dari mereka dikubur hidup-hidup sesudah disiksa sedemi...

Nasionalisme di Era Modern

Nasionalisme di Era Modern Pada saat ini, kita berada di jaman yang modern dan canggih. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini seharusnya menjadi faktor pendukung dalam perkembangan suatu bangsa. Pesatnya kemajuan teknologi pada saat ini juga harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Namun ada hal yang sangat penting dan fudamental yang harus menjadi dasar perkembangan suatu negara, yaitu nasionalisme. Pada era yang modern ini, semangat nasionalime harus tetap dipegang teguh. Karena dengan semangat nasionalisme itulah yang mempengaruhi maju atau tidaknya suatu bangsa. Dengan semangat nasionalisme ini pulalah mengajarkan bahwa betapa pentingnya keberadaan kita dalam hal kemjuan bangsa. Dengan semangat nasionalisme ini, kita juga akan belajar banyak mengenai sejarah bangsa ini. Dari awal perjuangan merebut kemerdekaan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga proses pembangunan bangsa hingga saat ini. Tentunya dengan hal itu kita semakin belajar menghargai orang-...

Kisah Kerajaan yang Tenteram dan Damai

Alkisah di suatu negeri antah berantah, ada seorang raja yang memerintah dengan baik. Dia melaksanakan pemerintahan dengan adil dan jujur. Ia menjadi teladan pemimpin yang baik. Seluruh masyarakat juga mengikuti teladan baik dari sang raja itu. Hidupnya, secara pribadi, mengikuti ajaran yang baik dari Dewa sesembahan satu-satunya yang ada di negeri itu. Hal itulah yang membuat kerajaan itu semakin makmur dan tenteram. Karena sang raja memiliki kebijakan bahwa tidak ada yang lain yang patut disembah selain Dewa itu. Segala hal yang tidak berhubungan dengan ibadah penyembahan Dewa itu dimusnahkan dan dihancurkan tanpa mengenal kompromi. Bahkan ada aturan tegas bahwa jika ada orang yang menyembah Dewa itu, pasti akan dihukum mati. Karena Dewa itu telah mengaruniakan keamanan dan kedamaian atas kerajaan itu. Bahkan musuh-musuh dari kerajaan lain, tidak berani mengusik ketenteraman dan kedamaian negeri itu. Pada suatu ketika sang raja jatuh sakit dan hampir meninggal. Lalu seorang utusan da...

Sekelumit Kisah Kelam di Tanah Pendekar 001

006 Para hadirin hanya bisa terdiam mendengar perkataan kepala desa itu. Lalu iapun melanjutkan, "Maka dari itu, para hadirin yang terhormat, mari kita senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban desa ini dan juga mari kita tetap berpartisipasi dalam usaha mempertahankan kemerdekaan ini. Kita juga harus mendukung upaya itu agar bangsa ini benar-benar merdeka dan selanjutnya kita dukung upaya pembangunan bangsa ini. Dimulai desa kita, kampung kita." Para hadirin pun memberikan tepuk tangan yang meriah atas apa yang telah disampaikan kepala deaa itu. Semangat nasionalisme benar-benar ditanamkan kepada semua yang hadir agar nantinya di kampung masing-masing akan juga ditanamkan kepada warga kampungnya masing-masing. Semnagat juang kemerdekaan dan membangun negeri iru agar lebih baik, lebih berkembang dan maju. Padahal saat itu, keadaan bangsa itu sedang menghadapi dua ancaman dari dua pihak yang berbeda. Namun semangat juang kemerdekaan, mereka tidak takut dan gentar menghadapi i...

Keluh Kesahku

Ah...betapa gelapnya hari-hariku, telah lenyap kesukaanku, kegiranganku hilang sudah, cahaya itu redup, hilang sudah terang itu, hatiku patah terkulai, kalbuku remuk tiada berbekas tanpa sisa, bak sekam dihempaskan angin, hilang...musnah...punah... Lebih baik bayi yang keguguran daripada hidupku ini, ah mengapakah aku tak seberuntung mereka yang telah berada di alam baka Aku teringat masa kegirangan itu, hari-harku penuh sukacita, senyuman dan tawa mewarnai sepanjang waktu, tiada ratap dan tangis Namun semua menghilang, cahaya meredup, dan aku seperti turun ke dunia oeang mati, terjatuh ke dalam jurang yang amat dalam dan kelam, tiada penghiburan dan harspan, tiada yang mengobati luka-luka dan bilur-bilurku, tulang-tulangku oatah dan remuk, sendi-sendiku lepss, tubuhku hanyalah tulang berbalut kuli, ait mata bercucuran tiada henti Ah....sungguh sesak dada ini, denyut jantung mulai menurun, seperi akan bethenti berdetak.... Ah...Tuhan

Kala Kegelapan

Kala kegelapan melingkupi hati Tiada setitik cahaya menyinari Gelap dan dingin sunyi dan sepi Tak ada harapan yang pasti Bahkan tak ada arah yang pasti Kegelapan yang tiada ujung pangkal Tak satupun tak dapat lari Tak satupun yang bsa pergi Terperangkap dalam kegelapan yang tak bertepi

Tanpamu

Gelapnya malam seakan tak beranjak Angin dingin menusuk tulang kering ini Mendungpun datang dalam gelapnya malam Hingga rintik hujan membasahiku Seiring menetesnya air mataku Luka yang perih begitu dalam Kaupun pergi begitu saja meninggalkan torehan luka yang amat dalam Kekecewaanku bak jurang yang tiada dasarnya Guntur menggelegar seiring dengan teriakanku Entah, sampai kapan hujan kan berhenti Entah sampai kapan pagi kan datang menjelang Dingin...perih...menyakitkan Aku hanya berharap malaikat maut kan datang menjemputku Tylang-tulang ku mengering dan rapuh Sendi-sendi gemetar, lunglai Lidah ku melekat pada langit-langit mulut ku... Kehilanfan yang sangat menyakitkan... Aku hidup namun tanpa nyawa, sebab nyawaku telah pergi... Jadi buat apalagi... Percuma Sia-sia Tanpamu...

Kisah Seekor Kucing Oyen

Kisah Seekor Kucing Oyen Suatu ketika, saya berada di Pasar Joyo Madiun. Saya melihat seekor kucing kecil yang berjalan tidak semestinya. Ia menyeret kaki belakang sebelah kiri sambil berteriak dengan bahasa kucing. Karena saya kasihan, akhirnya saya putuskan untuk membawa pulang dan merawatnya. Dengan kondisi yang amat lemah, saya rawat kucing ini. Ia hanya bisa pasrah saja dan berserah dalam keadaannya yang seperti itu. Saya berpikir betapa sakitnya si kucing dalam kondisi sakit kakinya yang patah, ia berusaha bertahan hidup sendirian. Ia masih terlalu kecil untuk menerima dan menghadapi situasi yang sebegitu sulit bagi dia. Ia tak terawat, kurus, dan lemah tak berdaya. Ia mambutuhkan seseorang yang merawat dia hingga ia sembuh dan pulih. Demikian pula keadaan kita, sering kali kita diperhadapkan dalam suatu pergumulan yang berat dan sulit dalam kehidupan kita. Seolah kita tidak punya pengharapan dan kita tidak tahu harus apa dan bagaimana. Namun justru oleh karena itulah, kita menda...

Ketika Kita Kehilangan Empati

Ketika kita kehilang rasa empati justru yang rugi adalah kita sendiri, bukan orang lain. Karena tanpa kita sadari justru saat itulah kita mulai kehilangan kasih. Meskipun orang lain itu menyakiti hati kita, justru disitulah kita belajar mengasihi dan mengampuni. Batu karang yang keras lama kelamaan akan berlubang karena tetesan air yang terus menerus. Jika kita terus menerus berbuat kebaikan, lama-kelamaan orang hatinya bisa luluh karena kebaikan kita. Sering kali kita merasa jengkel dan marah kepada orang yang telah menerima kebaikan kita namun membalas kebaikan kita dengan hal yang menyakitkan hati kita sehingga kita kehilangan rasa empati terhadap orang itu. Namun tanpa sadar, justru saat itulah yang menjadi kerugian kita. Dengan hal itu, kita sedianya menerima berkat malah ndak dapet berkat. Kita juga akan gagal dalam proses dan ujian yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita melalui orang itu. Biarlah orang itu urusannya Tuhan. Namun bagian kita adalah senantiasa mengasihi dan mengampun...

Sekelumit Kisa Kelam di Tanah Pendekar 001

005 Menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia, Ki Sanak pergi menuju kantor desa. Beliau mendapatkan undangan pertemuan. Beliau mengajak Tejo dan Aria. Kedua ayah dan anak kerap kali diajak dalam pertemuan penting. Pertemuan saat itu membahas persiapan perayaan dan festival dalam rangka menyambut peringatan kemerdekaan RI yang masih berusia muda. Namun, afa hal yang lain yang juga akan mereka bicarakan. Perihal desas-desus yang semakin santer terdengat dan mulai menyabarkan teror. Beberapa hari lalu, di desa seberang, terjadi kasus penculikan dan penyiksaan. Mereka yang menjadi korban adalah beberapa pemuka agama dan pejabat tentara dan polisi. Sebagian jenazah mereka ditemukan dalam keadaan mengenaskan bahkan hampir tak dapat dikenali. Sebagian lagi tidak diketahui keberadaannya. Hal iti merupakan suatu ancaman yang mengerikan dan tindakan yang sangat kejam dan biadab. Hal itu dikuatirkan akan mengganggu ketentraman dan keamanan warga desa. Senagian kepala kampung mulai cemas karena ...

20210811

"Dengan langkah yan tertatih-tatih dan terseok-seok, iapun terus melangkah. Meski merasakan rasa sakit amat sangat, is terus berjalan. Tak peduli betapa dalam dan pedih rasa sakit yang ia alami. Karena banyak yang tak peduli dengan dia. Bukannya mengulurkan tangan untuk menolongnya, tapi malah memalingkan muka dengan penilaian hina dan memalukan. Namun, ia berusaha untuk terus berjalan dan mengobati luks sendiri...."

Tentang Penulis

Image
Samuel Agus Seriyono, lahir di Dusun Jangkrikan, Desa Rogomulyo, Kab. Semarang tanggal 26 Agustus 1988. Saat ini ia tinggal di Jln. Ki Ageng Selo No. 02, RT 37,/RW 09, Kel. Kanigoro, Kec. Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur. Sejak kecil, ia gemar membaca dan melakukan penelitian. Meskipun dia menderita oenyakit Diabetes Melitus Type 1, dia tidak menyerah dengan keadaannya yang seperti itu. Ia berjuang dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Ia berharap, sebagai oenulis, bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain. Dalam keterbatasannya, ia berusaha memanfaatkan selagi diberi kesempatan di dunia ini untuk dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi lain melalui setiap karya tulisan yang ia buat. Karena hidup ini adalah kesempatan, dan kesempatan yang diberikan itu terbatas. Terimakasih, tetap semangat dan sukses selalu. Salam sehat. Samuel Agus Setiyono +6282242793420 +6281230188946

Sekelumit Kisah Kelam di Tanah Pendekar 001

004 Beberapa hari kemudian menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia, para warga mulai sibuk menyambut hari itu. Seakan tak mau terbawa desas-desus itu, mereka masih tetap melaksanakan kegiatan persiapan menyambut peringatan kemerdekaan bangsanya. Mereka juga dibantu para tentara dan beberapa anggota perguruan silat. Karena tak jauh dari kampung itu, ada padepokan silat. Padepokan itu juga tidak jauh dari markas tentara. Mereka juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Kepala kampung itu seringkali membantu padepokan itu dalam hal bimbingan spiritual dan moral yang berbudi luhur. Ki Sanak mengajarkan banyak hal kepada murid padepokan itu. Pada prinsipnya, pendekar yang sejati bukan hanya kuat secara fisik, namun juga secara mental dan spiritual. Dia harus mampu menaklukan dan mengendalikan dirinya secara baik saat menghadapi musuhnya. Sebenarnya lawan yang terberat adalah diri sendiri. Ia selalu mengajarkan kepada muridnya di padepokan itu agar senantiasa tetap rendah hati dan...

Kisah Samiaji, Seorang Perantau

Lalu pemuda itu mulai menuliskan sebuah kisah. Ia ridak peduli apakah nanti ada yang mau membaca kisahnya atau tidak. Lalu ia segera menulis. "Ada seorang muda, namanya Samiaji. Ia tinggal di suatu kota kecil. Ia bukan berasal dari kota itu, namun ia hanya seorang perantau yang hanya ingin mengadu nasib di kota itu. Dengan harapan, mendapat kehidupan yang lebih baik. Ia berusaha mencari kerja di kota itu, apa saja yang ia bisa kerjakan hanya untuk sekadar menyambung hidup. Lalu, ia mendapat sebuah  pekerjaan. Di tempat kerjanya itu, ia bekerja dengan sangat baik. Ia mampu menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan padanya. Namun sayangnya, ia belum mendapatkan apa yang layak dia terima. Alasannya, usaha yang dijalankan di tempatnya itu tergolong baru merintis. Awalnya dia bisa memaklumi, karena sedang merintis usaha. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata usaha itu sulit berkembang. Dampaknya adalah pada kesejahteraan karyawan. Pengelolaan manajemen yang kurang baik, memperparah...

Kisah Kucing Kecil yang Malang

Kucing kecil itu berjalan tertatih-tatih. Ia baru saja tertabrak sepeda motor yang membuat kakinya patah dan menyebabkan luka di beberapa bagian tubuhnya. Ia berusaha mencari tempat perteduhan. Tubuhnya yang mungil itu basah kuyup karena hujan yang deras di kala itu. Lalu, ia melihat ada suatu tempat perteduhan dan ia berusaha untuk ke sana. Walau harus menahan sakit dan tertatih, ia berjuang untuk menuju tempat perteduhannya itu. Ketika sesampainya di sana, tak disangka ada orang yang tega menendang dengan keras kucing kecil itu. Sehingga ia terlempar ke jalanan yang sedamg diguyur hujan deras. Dengan kondisi yang terluka parah dan basah kuyup kedinginan, ia mencoba untuk bangkit. Tak kenal menyerah, ia terus berusaha mencari tempat perteduhan. Hingga ia menemukan sebuah gubug tua. Iapun menuju kesana dan berteduh. Setidaknya ia terhindar dari guyuran hujan deras di malam itu. Ia bergegas menuju ke sana. Sampai di tempat itu, ia mencari tempat yang cukup hangat, sambil berbaring sejen...

Petualangan Adigunawan (Chapter 001)

Petualangan Adigunawan, Ksatria Pedang Chapter 001 Hari menjelang senja. Sang surya mulai menuju peraduan di ufuk barat. Ia masih saja melangkah dengan penuh semangat. Di sebuah hutan di area perbukitan itu, ia terus mennyusuri, dan hendak mencari desa terdekat agar bisa beristirahat sehingga esok bisa melanjutkan perjalanan. Ia merasa lelah Setelah seoanjang hari menempuh perjalanan dari desa sebelumnya menuju desa selanjutnya. Ia bernama Adigunawan, ia adalah seorang ahli pedang yang sangat terlatih. Hal yang melatar belakangi ia pergi berpetualang adalah pada saat masa lalu, desanya diserang oleh segerombolan makhluk aneh. Banyak penduduk desa yang menjadi korban keganasan gerombolan makhluk itu. Mereka berwujud monster yang sangat menyeramkan dan tak segan-segan menghabisi apa saja yang menghalanginya. Hari itu Adigunawan sedang berburu untuk menjadi makan malam. Namun sayangnya, ketika ia kembali, desanya sudah hancur lebur. Yang tersisa hanyalah puing-puing dan reruntuhan dari ru...

Perjuanganpun Terus Berlanjut

Pemuda itu sejenak terdiam dan menatap laptop yang ada di depannya. Ia sedang memikirkan kalimat apa yanghendak ia tuliskan. Pikirannya melayang mencari inspirasi tentang tulisan yang hendak ia tuliskan. Ia tak mau asal menulis. Ia berusaha menuangkan idenya dalam bentuk tulisan yang bukan hanya sekadar tulisan yang dibaca saja tanpa bisa dimengerti, dipahami dan dicerna oleh pembaca.  Ia tak mau asal menulis cerita. Setidaknya setiap tulisannya bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi para pembacanya. Memang dalam menulis ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan dan hal itu merupakan perkara yang mudah. Paling tidak ada pesan yang dapat disampaikan melalui tulisannya itu. Segudang ide ada di dalam benaknya, namun ia harus bijak dalam menyampaikan ide tersebut. Salah-salah, malah bisa jadi bumerang bagi dirinya. Iapun juga mencari banyak referensi untuk memperkaya pengetahuannya. Banyak informasi yang ia dapat peroleh, apalagi pada jaman yang canggih dan modern saat ini. Nam...

Sekelumit Kisah Kelam di Tanah Pendekar 001

003 Keesokan harinya, para warga tetao menjalankan aktifitas seperti biasanya. Seolah mereka tidak terpengaruh dengan kabar desas- desus  yang berdedar. Rupanya semalam Ki Sanak itu telah mengumpulkan para warga selepas shalat Isya. Mereka telah diberi pemahaman  oleh kepala kampung itu dan mereka hanya mematuhi apa yang disampaikan oleh kepala kampung itu. Sementara itu, di kampung itu tinggal sebuah keluarga kecil. Mereka hidup sederhana, Sang ayah hanya bekerja sebagai buruh tani, sang ibu hanya sebagai ibu rumah tangga yang terkadang menjadi tenaga kerja serabutan di tempat kepala kampung. Mereka memiliki dua orang anak, yang besar adalah perempuan berusia 12 tahun dan adiknya laki-laki baru berusia 9 tahun. Mereka cukup bersahaja dan mencukupkan diri dengan apa yang ada. Boleh dibilang sang ayah ini juga orang kepercayaan kepala kampung. Kedua anaknya juga selalu rajin membantu kedua orang tuanya. Mereka anak yang taat dan berbakti kepada keduanya, juga mereka rajin menga...

Harapan Seorang Veteran

Pria tua itu manatap tajam ke arah bendera merah putih yang sedang dipasang di halaman rumahnya. Cucunya yang sedang beranjak dewasa, dengan cekatan memasang bendera merah putih. Pemasangan bendera merah putih itu bertujuan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, seperti kebiasaan pada umumnya di bulan Agustus setiap tahunnya. Selain itu, sang cucu juga memasang umbul-umbul dan pernak-pernik yang bernuansakan merah putih sebagai wujud memeriahkan perayaan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hari itu adalah hari minggu, dimana warga kampung bergotong royong kerja bakti menghias kampung itu dengan pernak-pernik merah putih. Ada yang menghias gapura, ada yang membersihkan jalan kampung, ada yang memasang ornamen-ornamen penghias yang bernuansakan nasionalisme dan ibu-ibu sedang sibuk mempersiapkan makanan dan minuman untuk warga kampung yang sedang kerja bakti. Mereka bahu membahu membuat kampung itu seindah mungkin dalam rangka menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia. Semua kalangan mas...

Status di Medsos dan Pertanggungjawaban di Akherat

Mungkin nanti di Akherat, malaikat pengadil akan mengakses akun media sosial kits lalu dijadikan bahan pertimbangan. Kalo postingan yang baik itu banyak, ya dapat pahals. Kalo postibgannya banyak yang buruk, dapet penghukuman. Mungkin itu nanti yang akan jadi tolok ukur di Akherat nanti. Terus kalo mereka yang hiduo pada jaman dulu, terus gimana dong? Apa mereka harus bikin akun medsos? Kalo memang denikian, banyakin aja postibgan yang baik di medsos. Ga usah miikirin masalah di dunia nyata. Kalo ga mikir masalah di dunia nyata, buat apa ada agama, buat apa ibadah, buat apa berbuat amal kebajukan. Mending nulis status baik yang sebanyak-banyaknya di medsos. Lalu tinggal komen aja. Entah komen positif atau negatif. Ya mungkin komen kita di medsos juga akan dinilai sebagai pertimbangan di Akherat.

Istilah "Jahat di Mata Tuhan"

Istilah "jahat di mata TUHAN", semata-mata bukan hanya menyinggung masalah penyembahan berhala saja, tetapi juga sikap dan perlakuan kita kepada orang lain. Sebagai contoh, ada berhala yang dalam tata cara ibadahnya menuntut korban manusia atau juga saling menyiksa hingga pertumpahan darah, ada juga berhala yang menuntut tindakan asusila, atau bisa juga disebut pelacuran bakti, atapun tindakan penyimpangan seksual. Ada juga berhala yang disembah dengan cara okultisme, dan lain sebagainya. Jadi jelas bahwa istilah tersebut bukan hanya sebatas menduakan hati Tuhan yang Esa dengan cara menyembah sesembahan atau ilah lain. Tetapi juga sikap dan perilaku kita terhadao orang lain.

Mengasihi Tuhan dan Mengasihi Sesama

Manusia pada dasarnya adalah diciptakan untuk saling mengasihi sesama manusia. Hakekatnya adalah perilaku dan sifat watak bagaimana yang seharusnya bagi orang lain. Memang ibadah itu penting sebagai wujud penyemmbahan kepada Sang Khalik sebagai pemcipta dan pemilik segala sesuatu. Ajaran agama yang ada di dunia ini bukan hanya mrngajarkan masalah tata cara ibadah penyembahan kepada Tuhan, namun mengajarkan apa dan bagaimana bersikap dan berperilaku terhadap orang lain. Masalah ibadah penyembahan kepada Tuhan itu bersifat personal, yaitu pribadi lepas pribadi kita masing-masing kepada Tuhan, sesuai tata cara ibadah yang sesuai ajaran agama dan keyakinan kita masing-masing. Karena Tuhan menilik hati kita satu persatu pada saat ibadah itu, meskipum tata cara ibadah itu dilakukan oleh banyak orang. Masalah ibadah penyembahan kita berkenan atau tidak, itu adalah kehendak dari Tuhan sendiri. Conoh, ada dua orang yang datang beribadah kepada Tuhan. Yang satu ibadahnya diterima dan yang satuny...

Bukan Cuma Ibadah Penyembahan doank tapi juga Amalan Perbuatan Baik terhadap Sesama

Kajian 10 Hukum (Dasa Titah) Pada Kitab Keluaran Pasal 20, kita melihat 10 Hukum yang diberikan Allah kepada Musa untuk umatNya seyelah keluar dari tanah Mesir atau dari perbudakan Mesir kala itu. Kitab Keluaran mencatat peristiwa keluarnya Orang Israel dari perbudakan Mesir, mulai dari latar belakang terjadinya perbudakan, pengutusan Musa sang pembebas yang diutus TUHAN, peristiwa 10 tulah, peristiwa paskah, keluarnya bangsa itu dari negeri itu, oeristiwa yang terjadi dari selepas mereka keluar (Eksodus) dan perjalanan hingga sampai dekat Gunung Sinai. Di Gunung Sinai inilah dimana 10 Hukum ini diberikan berikut dengan peraturan atau hukum yang diberikan kepada Musa untuk disampaikan kepada seluruh umat Israel yaitu yang terbagi 12 suku sesuai dengan nama-nama anak Yakub. Nah pada saat ini, kita akan sedikit membahas tentang 10 Hukun atau Dasa.Titah. Kalo kita perhatikan dari hukum pertama hingga keempat membahas tentang hubungan antara manusia dengan TUHAN. Dan hukum kelima hingga ke...

Tetaplah Berbuat Baik

Ketika kita berbuat baik atau menolong orang lain. Kita harus tulus ikhlas dan rela berkorban. Karena belum tentu kebaikan kita dibalas oleh orang yang kita tolong itu. Bisa jadi kita mendapatkan kebaikan dari orang lain, atau bisa juga orang yang kita tolong itu pasti akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan dilain waktu dan kesempatan, sebagai wujud balas budi karena pernah ditolong. Bisa jadi kalo orang yang pernah kita tolong juga akan menukarkan kebaikan kepada orang lain pula. Namun apanila kebaikan kita disalahgunakan atau malah dibalas dengan kejahatan. Ya harus ikhlas dan legowo saja. Niat dan tindakan kita yang baik untuk menolong namun disalahgunakan, itu nantinya kita tetap beroleh amalan dari kebaikan itu. Meski menyakitkan, namun itu adalah ujian buat hati kita supaya kita bisa lebih ikhlas dan legowo. Tentu pasti tetap akan beroleh ganjaran kebaikan. Sedangkan mereka yang menyalahkan kebaikan kita, pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal sesuai dengan perbuatann...

Ulangan Matematika

Dulu sewaktu saya sekolah STM, guru matematiks saya mengajarkan hal yang luar biasa. Waktu ulangan matematika, guru tersebut menulis soal di papan tulis dan berpesan kerjakan dengam sistematis dan benar. Dan satu lagi, menulis soal di jertas ujian tidak akan mempengaruhi nilai. Ternyata sang guru mempunyai cara yang unik dalam menilai ulangan matematika tersebut dan baru saya menyadari bahwa cara penilaian tersebut ternyata meeuoakan bukan pelajaran matematika. 1. Ditulis atau tidaknya soal di kertas ulangab, tidak akan memoengaruhi nilai. 2. Yang dinilai adalah bukan hasil perhitungan akhir, tapi proses penyelesaian soal. 3. Berbuat curang, didiskuakifikasi dan mengulang tahun depan.

Ketika Medsos Dijadikan Tolok Ukur

Jika memang status di medsos menjadi tolok ukur standar moral seseorang, lalu buat apa berbuat baik dengan sesama, menolong orang dalam keausahan, dan lain sebagainya. Jika memang demikian, buatlah status yang baik sebanyak-banyajnya agar mendapatkan nilai standar moral yang tinggi. Dahulu orang menilai dari ketaatan dan kesetiaan dalam ibadah penyembahan kepada Tuhan dan juga amal perbuatan baik terhafao sesama. Tapi sekarang yang diniali adalah baik atau buruknya status di medsos.

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Memang bukan suatu perkara yang mudah ketika kita menyandang peridkaat yang buruk atau mendapat penilaian yang buruk dari orang lain dan itupun menjadi stigma. Ketika orang itu berusaha berbuat yang baik orang lainpun masih menilai negatif atau masih menanggap bahwa orang yang mendapat stigma yang buruk itu selamanya akan tetap buruk, sekalipun ia berusaha berbuat baik dan mempervaiki kesalahan masa lalunya yang buruk itu. Seharusnya ketika seseorang yang mendapat stigma yang buruk itu berusaha dan berjuang untuk berbuat baik dan memperbaiki kesalahan masa lalu, dia harus diberi semangat dan motivasi agar bisa nove on dari masa lalu yang buruk itu. Rasul Paulus, adalah salah satu contoh yang bisa kita teladabi. Kita tahu siapa Rasul Paulus sebelum ia bertobat. Boleh dibilang, masa lalunya sangat kelam. Namun semua itu berubah ketika ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus. Dan iapun berobat dan melayani Tuhan secara luar biasa. Namun ternyata ada sebagian orang yang tidak suka hin...

Move On Dari Masa Lalu

Memang bukan suatu perkara yang mudah ketika kita menyandang peridkaat yang buruk atau mendapat penilaian yang buruk dari orang lain dan itupun menjadi stigma. Ketika orang itu berusaha berbuat yang baik orang lainpun masih menilai negatif atau masih menanggap bahwa orang yang mendapat stigma yang buruk itu selamanya akan tetap buruk, sekalipun ia berusaha berbuat baik dan mempervaiki kesalahan masa lalunya yang buruk itu. Seharusnya ketika seseorang yang mendapat stigma yang buruk itu berusaha dan berjuang untuk berbuat baik dan memperbaiki kesalahan masa lalu, dia harus diberi semangat dan motivasi agar bisa nove on dari masa lalu yang buruk itu. Rasul Paulus, adalah salah satu contoh yang bisa kita teladabi. Kita tahu siapa Rasul Paulus sebelum ia bertobat. Boleh dibilang, masa lalunya sangat kelam. Namun semua itu berubah ketika ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus. Dan iapun berobat dan melayani Tuhan secara luar biasa. Namun ternyata ada sebagian orang yang tidak suka hin...

Lebih Baik Evaluasi Diri

Jadi perlu bahan pembelajaran bagi kita semua, perlu menjadi evaluasi untuk diri kita sendiri. Dengan kata lain, dinulai dari diri sendiri. Namun seringkali, lebih cenderung mencari pembenaran diri sendiri dan bahkan mencari kambing hitam. Atau membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain. Merasa dirinya lebih baik dari orang lain dan merendahkan orang lain. Jika kita ingin dihargai, maka kita harus menghargai. Kalo kita tidak mau direndahkan, jangan merendahkan.

Harta dan Kekayaan, Untuk Apa?

Harta dan kekayaan adalah milik Sang Pencipta. Kita hanya pengelola saja. Semua itu hanya titipan belaka. Dan itupun tergantung bagaimana kita cara mengelola itu semua. Harta dan kekayaan yang dititipkan itu bertujuan untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk diri sendiri apalagi untuk kesombongan diri yang dipamerkan. Harta dan kekayaan itu akan bertaedah apabila digunakan untuk hal-hal yang berfaedah. Misalnya, untuk bersedekah, menolong orang lain yang sedang kesusahan. Bukan sebaliknya. Jika kita mengelola itu semua dengan baik, maka pastilah akan mendatangkan kebaikan. Jika kita dipercayakan harta dan kekayaan yang melimpah, itu artinya kita dipercaya untuk menjadi saluran berkat. Dan itu faedahnya bukan hanya untuk diri kita tetapi jugs anak cucu kita kelak nantinya. Pastilah akan selalu diberkati. Diberkati untuk menjadi berkat.

Jangan Cuma "No Action Talk Only" tapi "Just Do It"

Terkadang, kita diperhadapkan dengan seseorang yang berpakaian lusuh, kotor dan bau. Dalam hal seperti itu, biasanya kita menyuruh orang itu mandi dan berganti pakaian. Namun kadang kala hal itu hanya sekadar perkataan saja. Alangkah lebih baiknya, jika kita memberikan dia peralatan mandi dan pakaian yang pantas untuk dia pakai daripada hanya sekadar menyuruh dia mandi dan berganti pakaian saja. Bisa jadi bahwa dia tak punya peralatan mandi dan pakaian yang pantas untuk dipakai. Kadang ketika kita bertemu dengan dia, kita merasa malu dengan penampilan dan keadaanya yang lusuh, kotor dan bau. Apalagi ketika kita mendengar dari perkataan orang lain yang justru membuat kita bertambah malu. Seharusnya bukan hanya sekadar menyuruh dia membersihkan dirinya sendiri dan berpenampilan yang rapi dan berdih namun berikan apa saja yang dibutuhkan untuk membersihkan dirinya dan berpenampilan rapi dan bersih. Dengan demikian, kita bisa menolong dia dengan perbuatan kita dan bukan cuma perkataan kita...