Bukan Cuma Ibadah Penyembahan doank tapi juga Amalan Perbuatan Baik terhadap Sesama
Kajian 10 Hukum (Dasa Titah)
Pada Kitab Keluaran Pasal 20, kita melihat 10 Hukum yang diberikan Allah kepada Musa untuk umatNya seyelah keluar dari tanah Mesir atau dari perbudakan Mesir kala itu. Kitab Keluaran mencatat peristiwa keluarnya Orang Israel dari perbudakan Mesir, mulai dari latar belakang terjadinya perbudakan, pengutusan Musa sang pembebas yang diutus TUHAN, peristiwa 10 tulah, peristiwa paskah, keluarnya bangsa itu dari negeri itu, oeristiwa yang terjadi dari selepas mereka keluar (Eksodus) dan perjalanan hingga sampai dekat Gunung Sinai. Di Gunung Sinai inilah dimana 10 Hukum ini diberikan berikut dengan peraturan atau hukum yang diberikan kepada Musa untuk disampaikan kepada seluruh umat Israel yaitu yang terbagi 12 suku sesuai dengan nama-nama anak Yakub. Nah pada saat ini, kita akan sedikit membahas tentang 10 Hukun atau Dasa.Titah. Kalo kita perhatikan dari hukum pertama hingga keempat membahas tentang hubungan antara manusia dengan TUHAN. Dan hukum kelima hingga kesepuluh menyinggung tentang hubungan manusia dengan sesamanya. Isi dari kesepuluh hukum itu adalah 40% berisikan tentang hubungan manusia dengan TUHAN. 60% berisikan tentang hubungan dengan sesama manusia. Ini menunjukkan bahwa selain hubungan dengan TUHAN, hubungan dengan sesama manusia juga penting. Yesus Kristus dalam Injil Perjanjian Baru meringkaskan hukum tersebut dengan 2 hal yang terutama yang intinya adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Namun jika kita pelajari lebih lanjut setelah pasal 20 dari kitab Keluaran ini, justru membahas lebih banyak peraturan mengenai hubungan dengan sesama manusia. Memang dalam sebagian ada yang mengatur tentang tata cara ibadah yang kemudian diperinci lebih detail dalam kitab Imamat. Maksudnya adalah dengan presentase yang cukuo banyak (60%) ini menunjykkan bahwa Tuhan ingin setiap kita bukan hanya rajin beribadah saja, namun apa dan bagaimana dapat berbuat dan bertindak dengan sesama manusia. Malahan dalam pengajaran Yesus Kristus lebih banyak didominasi dengan mengajarkan apa dan bagaimana hubungan manusia dengan sesamanya. Tak banyak yang dibicarakan tentang tata cara ibadah. Demikian juga dalam surat-surat ditulis oleh Rasul Paulus dan beberapa rasul lainnya, yang mana lebih didominasi dengan menyinggung tentang masalah hubungan dengan sesama manusia. Kalo kita melihat kembali dalam kitab Mikha 6, yang dituntut bukan masalah banyaknya persembahan (atau ritual ibadah saja), namun sikao hidup yang taat kepada TUHAN dengan cara mengasihi Tuhan.
Jadi dengan jelas bahwa bukan cuma kita menjalankan tata cara ibadah kita sesuai dengan tata cara ibadah debominasi gereja kita masing-masing, tetapi juga sikap hidup kita terhadap orang lain. Falsafah Jawa mengatakan bahwa memanusiakan manusia artinya adalah menghargai orang lain. Dari 10 Hukum itu, kita belajar bahwa sangat penting kita mengutamakan Tuhan melalui tata cara ibadah kita. Namun Tuhan juga iingin kita juga menghargai manusia, yang adalah ciptaanNya untuk saling menghargai dan menolong seorang akan yang lain. Saya tidak akan membahas isinya satu persatu karena akan sangat panjang. Mungkin dilain kesempatan, akan saya bahas satu persatu. Jadi intinya adalah memang kita menyembah Tuhan dengan tata cara ibadah masing-masing, namun akan terasa sia-sia jika kita tidak bisa saling mengasihi dan menghargai serta menolong sesama manusia.
Saya tegaskan bahwa saya mengambil pelajaran dari Alkitab bukan bertujuan untuk mencari pembenaran ata sebagi senjata untuk menghakini orang lain. Ada baiknya kita masing-masing evaluasi diri sendiri saja.
Tetap Semangat dan Sukses Selalu
Salam Sehat
TUHAN memberkati ☺️🙏
Comments
Post a Comment