Keluh Kesahku

Ah...betapa gelapnya hari-hariku, telah lenyap kesukaanku, kegiranganku hilang sudah, cahaya itu redup, hilang sudah terang itu, hatiku patah terkulai, kalbuku remuk tiada berbekas tanpa sisa, bak sekam dihempaskan angin, hilang...musnah...punah...
Lebih baik bayi yang keguguran daripada hidupku ini, ah mengapakah aku tak seberuntung mereka yang telah berada di alam baka
Aku teringat masa kegirangan itu, hari-harku penuh sukacita, senyuman dan tawa mewarnai sepanjang waktu, tiada ratap dan tangis
Namun semua menghilang, cahaya meredup, dan aku seperti turun ke dunia oeang mati, terjatuh ke dalam jurang yang amat dalam dan kelam, tiada penghiburan dan harspan, tiada yang mengobati luka-luka dan bilur-bilurku, tulang-tulangku oatah dan remuk, sendi-sendiku lepss, tubuhku hanyalah tulang berbalut kuli, ait mata bercucuran tiada henti
Ah....sungguh sesak dada ini, denyut jantung mulai menurun, seperi akan bethenti berdetak....
Ah...Tuhan

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Kerajaan yang Tenteram dan Damai

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Petualangan Adigunawan (Chapter 001)