Ketika Kita Kehilangan Empati

Ketika kita kehilang rasa empati justru yang rugi adalah kita sendiri, bukan orang lain. Karena tanpa kita sadari justru saat itulah kita mulai kehilangan kasih. Meskipun orang lain itu menyakiti hati kita, justru disitulah kita belajar mengasihi dan mengampuni. Batu karang yang keras lama kelamaan akan berlubang karena tetesan air yang terus menerus. Jika kita terus menerus berbuat kebaikan, lama-kelamaan orang hatinya bisa luluh karena kebaikan kita.
Sering kali kita merasa jengkel dan marah kepada orang yang telah menerima kebaikan kita namun membalas kebaikan kita dengan hal yang menyakitkan hati kita sehingga kita kehilangan rasa empati terhadap orang itu. Namun tanpa sadar, justru saat itulah yang menjadi kerugian kita. Dengan hal itu, kita sedianya menerima berkat malah ndak dapet berkat. Kita juga akan gagal dalam proses dan ujian yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita melalui orang itu. Biarlah orang itu urusannya Tuhan. Namun bagian kita adalah senantiasa mengasihi dan mengampuni dia. Jangan sampai kita kehilangan rasa empati kepada orang lain meski orang itu menyakitkan. Berkat yang Tuhan sediakan pasti akan tercurah melimpah atas kita. Dan juga karakter hidup kita semakin terbentuk sesuai kehendak dan rencanaNya atas hidup kita. Kita juga tidak perlu takut akan kehilangan berkat, justru kita semakin diberkati melimpah. Lagipula kita juga pasti akan menerima ganjaran kebaikan.
Permasalahan orang lain yang menerima kebaikan kita itu adalah urusannya Tuhan. Bisa jadi Tuhan memakai orang itu untuk menguji hati kita. Bisa jadi Tuhan yang pakai kita untuk menyadarkan orang itu dengan kebaikan kita. Apabila orang itu punya niat jahat kepada kita yang berbuat baik kepadanya, toh orang itu akan menerima ganjaran akibat perbuatannya.
Masihkah kita mau kehilangan rasa empati kita?

@Lunar Solarius
+6281230188946
Medioen City

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Kerajaan yang Tenteram dan Damai

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Petualangan Adigunawan (Chapter 001)