Kisah Investasi Ternak Domba

Kisah Inspirasi 001
Investasi Ternak Domba
Ada orang yang sederhana, dia mempunyai beberapa kawanan domba, walau tak banyak, hanya 5 ekor domba. Dari 5 ekor domba tersebut, orang ini hidup dari penjualan bulu domba tersebut. Karena hasil penjualannya tak banyak, tapi setidaknya hanya sekadar cukup untuk keperluan sehari-hari. Dia mempunyai tetangga yang memiliki jumlah domba yang lebih banyak, kira-kira ada belasan ekor domba. Dan tetangga itupun juga menjual bulu domba serta membudidayakan atau ditrnakkan agar dapat berkembang lebih banyak. Suatu ketika tetangga itu kedatangan seorang tamu. Tamu itu takjub melihat kumpulan ternak domba itu dan merasa tertarik untuk berinvestasi ternak domba. Sang tetangga itu sangat senang, bahkan menceritakan tentang keuntungan dari ternak domba itu. Dengan menggebu-gebu, sang tetangga berusaha menarik hati tamu tersebut. Lalu tanpa ragu, tamu itu setuju untuk berinvestasi ternak domba itu. Suatu kali, tetangga itu melihat orang yang sederhana itu. Dan menceritakan tentang pembicaraannya bisnisnya dengan tamunya itu. Dengan semangat, tetangga itu menceritakan tentang investasi itu. Kenudian, orang yang sederhana itu tertarik dan bertanya lebih lanjut tentang investasi ternak domba itu. Sang tetangga dengan semangat itupun kembali menjelaskan profit yang didaoatkan nantinya. Lalu orang yang sederhana itu berkata bahwa ia hanya punya 5 ekor domba. Lalu tetangga ity bilang bahwa tak apa-apa, nanti juga akan berkembang dan menghasikan profit atau dijual saja nanti uangnya untuk investasi. Orang yang sederhana itupun ragu, namun tetangga itu tetap berusaha neyakinjan. Hingga orang itupun setuju. Kelina domba itupun dijual dan hasilnya untuk investasi. Karena sudah tidak punya domba lagi, orang itupun merantau agar ada pemasukan. Beberapa waktu kemudian, orang itu bertanya tentang ternak dimba itu. Sang tetangga menjawab kepada orang itu bahwa harus bersabar, malah tetangga itu membujuk orang tersebut agar investasi lagi supaya profit tambah banyak. Orang itu setuju dan memberikan sejumlah uang hasil kerja keras selama ini. Lalu orang itu kembali merantau dan bekerja. Harapan orang itu adalah mendapatkan profit dari investasi ternak domba itu. Benerapa waktu kemudian, orang itu kembali dan bertanya. Jawaban yang sama kembali didapatkan. Orang itu mulai berpikir ulang, karena uang yang diinvestasikan itu adalah hasil kerja keras selama ini. Dengan agak sedikit kecewa, orang itu memenuhi permintaan tetangga itu. Hingga akhirnya orang itu habis-habisan hanya untuk iming-iming investasi ternak domba itu. Dan sekarang, kondisi orang itupun hancur-hancuran bahkan tak hanya miskin, namun melarat. Sang tetangga itupun juga tak mau peduli dengan orang itu, yang ia pikirkan hanyalah keuntungan semata. Tanpa ada kepedulian dengan sesamanya. Tanpa sadar, tetangga itupun menindas orang itu. Walau sudah hancur-hancuran, masih tetap saja diperas. Hingga akhirnya, pada saat di akherat nanti, sang tetangga dituntut pertanggungjawabannya. Tetangga itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu yang berujung pada penghukuman. Sedangkan orang itu, mendapat tempat yang terbaik di akherat. Semoga kisah ini mengingatkan kita semua agar di dalam dunia ini, kita senantiasa mempergunakan kesempatan dan waktu hidup kita dengan amal dan perbuatan yang berkenan bagi Sang Pencipta.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Kerajaan yang Tenteram dan Damai

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Petualangan Adigunawan (Chapter 001)