Kisah Si Kucing Hitam Chapter 002

Merekapun mulai tumbuh besar, terlihat imut dan lucu. Namun semua berubah begitu saja, saat sang induk, Si Abu-abu dan Si Putih dibawa orang entah kemana. Sedangkan Si Hitam, terluput karena waktu itu ia berhasil melarikan diri dan sembunyi. Kini, tinggal ia hidup sendiri sebagai sebatang kara.

Selang beberapa waktu kemudian, gubuk yang ia tinggali ternyata akan digusur dan diratakan. Mau tidak mau, Si Hitam harus pergi dan mencari tempat perteduhan yang lain. Maka dimulailah perjalanannya dalam menghadapi keras dan kejamnya dunia. Sebagai kucing yang masih muda, belum banyak pengalaman yang ia dapatkan.

Biasanya ia hanya bercengkerama dengan induk dan saudara-saudaranya di gubuk itu. Kenangan yang indah masa lalu bersama dengan mereka. Tanpa sadar, ia menitikkan air mata mengenang hal itu. Banyak sekali memori indah bersama mereka. Saat ia, Si Abu-abu dan Si Putih bermain bersama dan bercengkerama. Apalagi saat berebut tempat untuk menyusui. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat yang nyaman bersama dengan induknya.

Dan perjalanannyapun dimulai. Langit mulai terlihat gelap karena mendung dan kelihatannya akan hujan. Lalu Si Hitam mulai melangkahkan kakinya.
(Bersambung)

©Lunar Solarius™
+6281230188946
Open Donasi:
No. Rek. BCA 1772006963 a/n Samuel Agus Setiyono

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Kerajaan yang Tenteram dan Damai

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Petualangan Adigunawan (Chapter 001)