Lelaki Tua dan Penyesalannya
Lelaki tua itupun hanya bisa terunduk lesu. Seharian ia telah berusaha keras untuk sekadar mencari sesuap nasi hanya untuk mengisi perutnya yang kosong. Ia mengumpulkan botol air mineral yang kosong lalu disetorkan kepada pengepul langganannya. Dalam hatinya sempat terbersit suatu penyesalan akan masa mudanya dulu. Namun nasi sudah menjadi bubur. Kini diusia yang senjanya itu, ia hanya merenung dan menjalani sepanjang sisa usianya dengan mengumpulkan botol plastik bekas. Tapi bagi dia tak mengapalah, toh waktu tak akan bisa diulang. Menyesalpun tiada gunanya lagi. Yang penting, selqgi ada waktu dan kesempatah, ia melakukan apa yang bisa.
"Ya sudahlah, jalani saja." gumannya dalam hati.
Dan ia terus melangkah untuk mecari botol plastik bekas.
Comments
Post a Comment