Pemikirannya 001
Beberapa saat kemudian, setelah orang itu pergi. Pemuda itu merenungkan perkataan itu, seolah mendapatkan kekuatan semangat yang baru, ia mengambil ponsel pintar yang sudah kuno itu. Ia sebenarnya punya banyak ide untuk membuat tulisan. Dengan peralatan yang sederhana dan kuno itu, ia berusaha membuat tulisan yang bisa menginspirasi banyak orang. Dalam keterbatasannya, ia tetap terus berjuang. Semangatnya mengalahkan rasa sakit yang ia alami. Ia akan terus semangat berkarya. Ia mau menunjukkan bahwa orang telah salah menilainya selama ini. Setidaknya, usahanya itu untuk memperbaiki keadaan. Memang merupakan hal yang tak mudah baginya, namun tidak ada yang salah jika mau berusaha.
Untuk sementara, ia hanya menggunakan ponsel pintar yang sederhana dan kuno itu. Setidaknya bisa untuk membuat tulisan. Nanti kalau berkembang, ia akan membeli peralatan yang lebih baik yang menunjang dalam pembuatan karya tulisan yang menginspirasi banyak orang. Meskipun nantinya masih ada beberapa orang yang menilianya nwgatif, namun ia tak peduli. Ia akan terus semangat berusaha baerjuang memoerbaiki dirinya sendiri. Walau ia sadar bahwa hal itu merupakan hal yang ga mudah. Tapi setidaknya hal itu menunjukkan bahwa ia punya semangat pantang menyerah. Apalagi dalam keadaannya yang terbatas itu.
Ya setidaknya itu yang bisa dia lakukan. Padahal hari itu, ia belum tentu bisa makan. Ia sama sekali tak punya uang sekadar membeli makan untuk sekadar mengganjal perutnya yang lapar. Dalam hatinya ia hanya berharap sekerat roti dan setetes air. Namun dia sadar bahwa tak mungkin ada yang mau peduli, malah justru membuat keadaan dia senakin buruk, karena orang lain akan menilai dia rendah dan hina dengan meminta sedikit makanan untuk mengisi perutnya yang sejak tadi kosong. Paling orang lain menilai buruk dengan meminta-minta makanan kepada orang lain, tak lebih hina dari seorang pengemis atau peminta-minta yang hanya berharap belas kasihan orang lain dan tidak mau berusaha. Dalam hatinya, sebenarnya ia mau membantah anggapan tersebut. Namun ia tak mau memperkeruh suasana yang justru menumbulkan kerugian bagi diri sendiri. Ia tak mau menyanggahnya, bahkan ia memilih diam dan tak mau menyanggahnya. Walau sebenarnya kenyataannya tidak sama seperti yang mereka sangkakan kepada pemuda itu. Dalam hatinya, ia merasa menyesal, seandainya dia sehat, dia lebih memilih bekerja seperti kebanyakan orang pada umumnya. Sayangnya, penyakit yang ia derita ditambah dengan ia mengalami kecelakaan baru-baru ini menyebakan keadaan fisiknya semakin terbatas. Tapi tetap saja ia berusaha untuk selalu bersemangat, walau keadaanya yang seperti itu. Ia sadar, orang lain tak bisa membantu banyak. Maka ia mau tidak mau harus berusaha meski dalam keterbatasan fisiknya saat ini. Dan iapun mulai membuat tulisan, sebuah kisah yang bisa jadi menginspirasi banyak orang. Ia menulis kisah perjuangan dirinya sendiri terlebih dahulu. Harapannya, kisah yang dituliskan itu setidaknya ada manfaat dan ibspiratif, jika dilihat dari sudut pandang yang positif.
Sebenarnya sejak kecil dia senang membaca buku, dari hal itu ia terbiasa dengan banyak literatur. Buku apapun senag dia baca. Bukan hanya dibaca namun juga dipahani dan dipelajri hal yang tersirat maupun tersurat didalamnya. Dengan demikian, iapun mempunyai banyaj refrensi ide atau gagasan. Disamping ia juga memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya serta perkembangan yang terjadi. Apapun peristiwa yang terjadi di sekitarnya selalu dikritisi dan dipelajari dengan seksama dan cermat. Dari hal itu, ia mengambil banyak pembelajaran yang berharga yang tidak ia temui di bangku sekolah.
Ia sadar kalaupun ia menulis sesuatu hal, pasti menimbulkan pro dan kontra serta polemik yang terjadi. Namun ia memaklumi itu semua, tidak semua orang menerima gagasan kita. Ada yang pro tapi juga ada yang kontra. Itu semua tergantung dari sudut pandang masing-masing orang dan apa dan bagaimana pemahaman seseorang itu. Bebeda pandangan itu hal yang biasa apalagi cara penyampaiannya juga berbeda-bedan, tergantung apa dan bagaimana cara menanggapi dan mentikapinya.
Ya, mungkin itu resiki menjadi penulis, pikir pemuda itu. Mungkin ketika akan menulis, perlu dipertimbangkan dulu baik-baik. Seperti orang yang bertuturkata, seharusnya perlu dipikirkan apa yang perlu diucapjan dan ap yang tidak perlu diucapkan. Demikan juga dalam menulis, apa yang perlu ditulis dan apa yang tidak perlu ditulis. Namun adakalanya memang terpaksa harus tetap ditulis karena pertimbangan beberapa faktor.
Memang ada yang mempengaruhi tulisan yang ditulis. Faktor dari penulis dan dari pembaca . Dari penulis, dia hanya berusaha mengkumonikasikan ide atau gagasan yang tertuang dalam tulisan. Tetntu dalam menuangkan tulisan itu memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Pertama, faktor kultur atau budaya. Biasanya penulis itu melakukan pengamatan oada liingkungan di sekitarnya. Ubsur budaya ini sangat penting karena dengan menyesuaikan dengan keadaan lingkungan. Dengan menyesuaikan unsur budaya, penulis akan menyesuaikan karya sastra yang akan dihasilkan nanti dan pengaruhnya terhadap karya satra yang dihasilkan. Selain itu unsur budaya ini tentu akan menjadi pengetahuan bagi yang membacanya sehingga sang pembaca bisa mengenal ilmu budaya dalam karya sastra itu. Di samping unsur budaya itu mempengaruhi pribadi si penulia.
Kedua, faktor sosial. Faktor sosial atau hubungan dengan masyarakat juga memliki pengaruh pada suatu karya sastra. Dengan mengamati perkembangan sosial dan juga fenomena yang terjadi pada masyarakat, ini mempengaruhi karya sastra yang dihasilkan. Bisa jadi karya sastra yang dihasilkan meruoakan penggambaran kehidupan sosial dalan masyarakat, bisa jadi juga merupakan suautu kritik sosial karena menanggapi situasi dan keadaan yang terjadi dalam masyarakat. Berdasarkan pengamatan itulah, seorang penulis menjadikannya sebagai bahan refrensi dalam penyusunan karya sastra. Dengan kata lain, seorang pelukis menggambarkan apa yang amati dengan gambar atau lukisan sedangkan penulis menyajikan dengan tulisan untuk menggambarkan apa yang ia amati, dan dituangkan kedalam tulisan.
Ketiga, faktor historis, atau yang saya sebut faktor yang melatarbelakngi suatu karya sastra. Secara historis, suautu karya sastra busa muncul karena adanya peristiwa atau kejadian yang melatar balakanginya. Ada sebab, ada juga akibat. Suatu karya sastra bisa muncul karena ada oenyebab yang melatarbelakinginya. Biasanya ini dipengaruhi oleh faktor budaya dan sosial seperti kedua hal yang diatas. Maksudnya adalah pasti ada peristiwa yang telah terjadi sebelumnya atau suatu kejadian yang terjadi di masa lampau. Lalu di masa sekarang diangkat oleh sang penulis untuk menarik suatu benang merah akan peristiwa yang terjadi di masa kini atau bahkan masa yang akan datang. Dalam hal masa yang akan datang, biasanya penulis menuliskan karya sastra berdasarkan konsekuensi logis dari peristiwa yang terjadi pada masa kini atau bahkan di masa yang lampau. Runtut peristiwa yang terjadi di masa lampau, bisa jadi terkait erat dengan peristiwa yang terjadi di masa kini dan bisa jadi di masa yang akan datang. Maka dari itu perlu diperhatikan menganai faktor kapan ditulisnya karya sastra itu dan juga latar belakang sejarah yang mendasarinya. Selain itu juga perlu diperhatikan faktor relevansinya. Karena karya sastra yang bersifat sejarah/historis ini terkadang diragukan kebenaran dan keotentukan karya sastra itu. Ini kadang kala yang menjadi perbincangan bahkan perdebatan berbagai pihak.
Selanjutnya dari ketiga faktor primer di atas juga ada faktor sekunder yang sebenarnya lebih bersifat teknis. Misalnya bahasa yang disajikan atau bahasa yang digunakan dalam penyajian karya sastra itu. Lalu gaya bahasa, aspek gramatikal dan syntaksis yang digunakan. Genre karya sastra yang dituliskan. Pola penulisaan yang akan diformulasikan dalam penulisan suatu karya sastra atau juga bisa disebut alur cerita, dan lain sebagainya yang lebih cenderung kepada faktor teknis.
Lalu selanjutnya faktor pembaca atau bisa juga disebut penerima pesan...(bersambung istirahat sebentar karena capek nulis pake hp, nanti lajut lagi ya....☺️🙏👍)
Comments
Post a Comment