Sekelumit Kisah Kelam di Tanah Pendekar 001

006
Para hadirin hanya bisa terdiam mendengar perkataan kepala desa itu. Lalu iapun melanjutkan,
"Maka dari itu, para hadirin yang terhormat, mari kita senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban desa ini dan juga mari kita tetap berpartisipasi dalam usaha mempertahankan kemerdekaan ini. Kita juga harus mendukung upaya itu agar bangsa ini benar-benar merdeka dan selanjutnya kita dukung upaya pembangunan bangsa ini. Dimulai desa kita, kampung kita."
Para hadirin pun memberikan tepuk tangan yang meriah atas apa yang telah disampaikan kepala deaa itu. Semangat nasionalisme benar-benar ditanamkan kepada semua yang hadir agar nantinya di kampung masing-masing akan juga ditanamkan kepada warga kampungnya masing-masing. Semnagat juang kemerdekaan dan membangun negeri iru agar lebih baik, lebih berkembang dan maju.
Padahal saat itu, keadaan bangsa itu sedang menghadapi dua ancaman dari dua pihak yang berbeda. Namun semangat juang kemerdekaan, mereka tidak takut dan gentar menghadapi itu semua. Lalu pembicaraan beralih kepada persiapan perayaan peringatan kemerdekaan. Masing-masing kepala kampung menyampaikan progres kemajuannya masing-masing, tak ketinggalan juga disampaikan progres kemajuan pembangunan kampung dari segala aspek. Kepala desa tampaknya cukup puas dengan laporan para kepala kampung itu, pasalnya yang menjadi pokok permasalahan utama adalah masalah kesenjangan ekonomi dan sosial serta pemerataan kesejahteraan warga kampung. Namun itu dapat tertangani dengan baik, sehingga tidak muncul masalah kesenjangan ekonomi dan sosial. Selain itu permasalahan yang lain juga dapat tertangani dengan baik, dengan kata lain kampung-kampung yang ada di desa itu mengalami kemajuan yang pesat dari berbagai aspek kehidupan. Ini berkat upaya dari perangkat desa dan juga kerjasama dari para warga.
Namun, pada saat pembahasan beralih pada menyikapi desas-desus yang semakin santer terdengar dan mulai menjadi ancaman teror bagi mereka, semua yang hadir di pendopo balai desa itu ssmpat terdiam sejenak.(Bersambung...)

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Kerajaan yang Tenteram dan Damai

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Petualangan Adigunawan (Chapter 001)