Sekelumit Kisah Kelam di Tanah Pendekar 001

007
Suasana di pendopo balai desa sangat hening bahkan hampir tidak ada suara. Beberapa hadirin menampakkan ekspresi yang cemas dan kuatir.
Wajar saja, karena mereka merasa takut dan cemas apabila mereka menjadi korban selanjutnya. Sebab, beberapa desa di seberang telah menjadi korban kebiasaban kaum komunis. Mereka yang menjadi korban adalah dari kalangan ulaman, pemimpin desa dan jampung, dan beberapa di antaranya adalah perwira tentara dan polisi. Dan juga ada beberapa juga dari kalangan orang yang terpandang di antara warga kampung turut menjadi korban karena ketidaksepahaman mereka dengan kaum eksteimis sayap kiri.
Kebanyakan dari mereka sudah ditemukan sudah lagi tak bernyawa dan sangat mengenaskan. Namun ada pula yang tidak diketahui keberadaanya hingga sekarang.
Bahkan jenazah mereka hampir tidak dapat dikenali lagi karena kondisi jenazah yang sangat mengerikan akibat penyiksaan yang kejam dan biadab itu. Malah ada beberapa dari mereka dikubur hidup-hidup sesudah disiksa sedemikian kejamnya.
Tak ayal apabila hal tersebut membuat ketakutan dan kecemasan di antara para hadirin di pendopo balai desa itu.
Sejenak suasana menjadi hening dan mencekam. Para hadirin hanya terdiam dan saling berpandangan saja. Beberapa daru mereka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka, seakan tidak tahu apa yang harus mereka perbuat. Apalagi sebagai kepala kampung yang mengayomi dan melindungi para warga kampung, baik dari ancaman desas-desus maupun ancaman nyata dari teror kaum ekstrimis sayap kiri.
Entah tidak tahu lagi apa yang ada dalam benak mereka. Satu sisi, mereka sebagai peminpin tidak mau para warga kampung termakan kabar desas-desus yang membuat para warga tercengkeram dalam rasa takut dan kuatir bahkan menjadi korban. Di sisi lain, mereka juga memikirkan keselamatan jiwa mereka. Inilah yang berkecamuk dan menjadi polemik dalam pikiran mereka. Mereka berpikir bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan para warga desa maupun diri sendiri. Bukan hanya rasa cemas dan takut saja yang mereka hadapi, tetapi juga ancaman nyata yang sewaktu-waktu merenggut keselamatan para warga desa dan para kepala kampung. (Bersambung....)

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Kerajaan yang Tenteram dan Damai

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Petualangan Adigunawan (Chapter 001)