Tanpamu
Gelapnya malam seakan tak beranjak
Angin dingin menusuk tulang kering ini
Mendungpun datang dalam gelapnya malam
Hingga rintik hujan membasahiku
Seiring menetesnya air mataku
Luka yang perih begitu dalam
Kaupun pergi begitu saja meninggalkan torehan luka yang amat dalam
Kekecewaanku bak jurang yang tiada dasarnya
Guntur menggelegar seiring dengan teriakanku
Entah, sampai kapan hujan kan berhenti
Entah sampai kapan pagi kan datang menjelang
Dingin...perih...menyakitkan
Aku hanya berharap malaikat maut kan datang menjemputku
Tylang-tulang ku mengering dan rapuh
Sendi-sendi gemetar, lunglai
Lidah ku melekat pada langit-langit mulut ku...
Kehilanfan yang sangat menyakitkan...
Aku hidup namun tanpa nyawa, sebab nyawaku telah pergi...
Jadi buat apalagi...
Percuma
Sia-sia
Tanpamu...
Comments
Post a Comment